BULAN RAJAB BULAN YANG MULIA
Bulan rajab adalah bulan istimewa, banyak orang muslim uang menyambut datangnya bulan rajab dengan berpuasa. Hal ini dilandaskan pada salah satu hadits Nabi diriwiyatkan Imam Thabarani dari Sain bin Rasid yang artinya: “Barangsiapa berpuasa sehari di bulan Rajab, maka ia laksana berpuasa setahun, bila puasa 7 hari, maka ditutuplah untuknya pintu-pintu neraka jahanam, bila puasa 8 hari, maka dibukakan untuknya 8 pintu surga, dan bila puasa 10 hari, maka Allah akan mengabulkan semua permintaannya.”. Meski haditas inipun masih menjadi menjadi perdebatan diantara para ulama.
Penghormatan terhadap bulan rajab ini didasarkan pada QS Attaubah ayat 36 yang artinya:
6. Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. QS Attaubah;36)
Meskipun dalam ayat tersebut tidak disebutkan secara langsung perihal empat bulan tersebut, namun para ulama sepakat bahwa empat bulan yang dimaksud adalah bulan Zulkaidah, Zulhijjah, Muharram dan Rajab.
Menurut Prod Dr Quraisy Shihab pemuliaan terhadap empat bulan tersebut telah ada sejak sebelum agama Islam muncul yaitu sejak zaman jahiliyyah. Hal ini dilatarbelakangi karena budaya mereka adalah budaya perang, bisa dibilang hampir setiap minggu atau setiap hari mereka perang, namun ada satu waktu sebagai manusia biasa mereka ingin melaluinya dengan damai tanpa ada peperangan maka mereka membuat kesepakatan diantara mereka sendiri yaitu pada bulan-bulan tertentu untuk berhenti berperang, yaitu bulan Zulkaidah, Zulhijjah, Muharram dan Rajab, sehingga mereka sangat menghormati bulan-bulan itu.
Terkait dengan penghentian perang ini Bulan Rajab menurut Syekh Abu Abdillah Muhammad bin Sa’id Ruslan, memiliki dua nama yaitu:
Pertama, bulan fardu, yang berarti satu karena bulan rajab merupakan satu-satunya bulan yang tidak berurutan dengan tiga bulan haram lainnya, tetapi misah dengan jeda beberapa bulan setelahnya oleh karenanya, bulan Rajab dikenal dengan bulan fardu.
Kedua, bulan asham yang berarti tuli karena pada bulan Rajab tidak terdengar adu senjata untuk berperang seperti biasanya. Semua orang Arab di bulan itu menyimpan peralatan perang, dan kembali berdamai dengan musuh-musuh mereka. Bahkan, mereka berkunjung ke rumah orang-orang yang membunuh ayahnya di medan perang untuk menghormati bulan mulia ini
Meski dalam perjalanannya kesepakatan itu tidaklah berjalan mulus, ada saja keinginan mereka kaum musyrikin untuk berperang di bulan mulya tersebut, maka apa yang mereka lakukan? Mereka mengingkari bulan yang sedang berjalan, misal saat itu sedang bulan muharam mereka akan bilang saat ini bukan bulam muharam, namun bulan muharam akan datang bulan depan, lalu berperanglah mereka. Dan itu berlangsung sampai Nabi hadir, maka turunlah wahyu kepada Nabi Q.S AT Taubah 37 yang artinya:
Sesungguhnya mengundur-undurkan bulan Haram itu[642] adalah menambah kekafiran. Q.S AT Taubah 37
Ayat tersbut seperti mencerminkan kegeraman Allah akan tingkah mereka yang semacam itu. Maka bisa jadi dengan ditetapkannya empat bulan tersebut ke dalam syariat agama Islam agar kembali empat bulan tersebut dihormati kembali layaknya kesepakatan yang telah dibuat. Karena pada dasarnya spirit yang diusung pada kesepakatan penghormatan terhadap emapt bulan tersebut adalah spirit perdamaian, silaturahmi, dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.
Di bilan rajab juga ada satu peristiwa besar yaitu Isra Miraj, yang perjalanannya sudah menjadi pengetahuan kita semua tentang apa dan bagaimana peristiwa itu terjadi. Adapun hikmah dari Isra Miraj tersebut sangat banyak dua diantaranya adalah Pertama, Isra’ dan Mi’raj adalah perkara yang haq, sangat jelas disebutkan dalam Al-Qur’an yaitu sebuah kejadian luar biasa yang benar terjadi, tak ada keraguan di dalamnya, meskipun akal manusia tidak dapat menjangkaunya.
Ini adalah sebuah pesan bahwa tidak semua hal yang ada di dunia in harus tunduk terhadap akal manusia, sebab seseorang dapat tersesat ketika hanya mengukur sebuah kebenaran hanya bersandar pada akal semata dan mengesampingkan kemahakuasaan Allah. Jika itu yang terjadi maka tidak menutup kemungkinan setiap ajaran dalam agama yang tidak cocok dengan akal, akan ditolak dan diingkari, na’udzubillahi min dzalik.
Kedua, dikisahkan sebelum Nabi Muhammad melakukan mi’raj, beliau dibedah dadanya, dibersihkan hatinya. Namun menurut Habib Ali Al Habsyi dalam kitab Simthut Durrar mengatakan bahwa :
وَمَا أَخْرَجَ الآمْلَاكُ مِنْ قَلْبِهِ أَذًى وَلَكِنَّهُمْ زَادُوْهُ طُهْرًا عَلَى طُهْرٍ
“Malaikat tidak menghilangkan kotoran dari hati Nabi, tetapi agar hati yang suci menjadi semakin suci”.
Pembersiahan hati ini dilakukan sebelum Rasulullah menerima tugas shalat lima waktu. Ini juga pelajaran bagi kita, bahwa saat akan menghadap Allah SWT hendaknya lebih dahulu kita bersihkan hati kita masing-masing. Melalui wudhu yang kita lakukan hendaknya bukan hanya diniati membersihkan kotoran yang menempel pada fisik namun kotoran yang menempel pada hati saat itu, hilangkan dulu emosi, iri, dengki, hasud dll, agar ketika menghadap Allah kita sudah bersih. (adm)
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
PESAN TUHAN DARI PERISTIWA GERHANA
Bulan lalu di negara kita telah terjadi gerhana bulan, sebuah fenomena alam yang umum terjadi di belahan dunia manapun. Begitu juga di Indonesia yang pada malam itu ada sebagian yang be
MEMETIK HIKMAH DARI KISAH NABI IBRAHIM
Idul Adha adalah sebuah perayaan besar yang kita sebagai seorang muslim tentu sudah paham betul sejarahnya, latar belakangnya dan siapa pelakunya, yang tidak lain adalah Nabiyullah Ibra
IDUL ADHA DALAM SAMUDRA HATI SITI HAJAR
Suamiku, apa ini tempat yang kau janjikan itu? Kalo benar ini tempatnya menurutku hagus, aku tak melihat ada yang janggal disini, semua baik-baik saja. Tanah yang luas, sinar mat
MENGGUGAT ADAM
Diskursus tentang keberadaan Nabi Adam sedang ramai dibicarakan, akhir-akhir ini Nabi Adam banyak dicurigai bukan sebagai manusia pertama seperti yang selama ini diyakini. Kecurigaan in
TEORI EVOLUSI IKAN?
Gambar proses evolusi manusia yang terpampang besar di sekolah kami sering menjadi bahan pertanyaan. Entah berapa kali gambar yang awalnya hanya “iseng” sebagai bahan imajin
SMK SUPM AL MA'ARIF TEGAL MERAIH JUARA III PADA KOMPETISI AGILITY'S STUDENTS COMPETITION DI UNIVERSITAS PANCASAKTI TEGAL
SMART-Sebuah prestasi apik telah diukir oleh taruna/i SMK SUPM Al Ma'arif. Prestasi ini cukup membanggakan bagi civitas akademika SMK SUPM Al Ma'arif Tegal, karena kali ini bukan dibida
Wawasan Kebangsaan Gen Alpha
Wawasan Kebangsaan untuk Generasi Alpha: Menanamkan Nilai-Nilai Kebangsaan di Era Digital Generasi Alpha, atau anak-anak yang lahir setelah tahun 2010, adalah generasi yang tumbuh bers
MENYOAL TUT WURI HANDAYANI
Ketika mendengar kata Tut Wuri Handayani tentu yang ada dalam benak kita adalah dunia pendidikan, tidak salah karena kata itu pertama kali dicetuskan oleh Ki Hajar Dewantoro sebagai seb
PENGABDIAN SANTRI UNTUK NEGERI
Hari santri yang jatuh setiap tanggal 22 Oktober merupakan penghargaan atas peran santri sekaligus pengakuan terhadap eksistensi santri dalam sejarah perjalanan bangsa baik ketika masih
SEJARAH HAJI NUSANTARA
Beberapa waktu yang lalu saudara-saudara kita yang berkesempatan untuk berangkat haji telah pulang kembali ke rumahnya masing-masing, kesan dan cerita selama perjalanan barangkali juga